BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Paparkan Capaian JKN-KIS Dalam Public Expose

 Ria FM Solo,  22-08-2017 17:08:32

  

Public Expose capaian JKN – KIS di BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, pada Selasa 15/8/2017. (riafmsolo.com/Adrian Amurwonegoro)

Laporan Reporter, Adrian Amurwonegoro

SOLO – BPJS Kesehatan Cabang Kota Surakarta menggelar Public Expose guna memaparkan capaian JKN-KIS dan dampak JKN KIS terhadap perekonomian Indonesia di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, pada Selasa (22/8/2017) pagi.

Dr. Agus Purwono, MM., AAK., Kepala BPJS Cabang Surakarta mengatakan pencapaian kinerja Program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Surakarta sendiri yang mencakup Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Wonogiri juga terus mengalami peningkatan.

“Sampai dengan 30 Juni 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Surakarta mencapai 2,661,510 jiwa. Termasuk di dalamnya peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan Program JKN-KIS oleh Pemerintah Kota Surakarta sebanyak 30,053 jiwa, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sebanyak 18,028 jiwa, Pemerintah Kabupaten Wonogiri sebanyak 33,469 jiwa, Pemerintah Kabupaten Karanganyar sebanyak 13,243 jiwa, dan Pemerintah Kabupaten Sragen sebanyak 18, 315 jiwa.” kata dr. Agus Purwono, MM., AAK., Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, saat ditemui riafmsolo.com usai kegiatan Public Expose Capaian Kinerja BPJS Kesehatan Cabang Surakarta.

“Pertumbuhan jumlah peserta ini juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Saat ini Kantor Cabang Surakarta telah bermitra den an 358 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 109 Puskesmas, 129 Dokter Praktik Perorangan, 43 Dokter Praktik Gigi Perorangan dan 77 Klinik Pratama. Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Surakarta juga telah bekerja sama dengan 66 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 47 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 6 Klinik Utama), serta 19 Optik.” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, bergulirnya program Jaminan Kesehatan Nasional -Kartu Indonesia Sehat JKN-KlS berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Program JKN-KIS membuka akses yang lebih besar kepada masyarakat untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan. Secara bertahap, Program JKN-KIS pun terus berkembang pesat hingga kini dan bergerak menuju cakupan semesta. Sampai dengan saat ini, secara nasional jumlah masyarakat yang telah mengikuti Program JKN-KIS mencapai 180 juta jiwa atau lebih dari 70% dari jumlah proyeksi penduduk lndonesia di tahun 2017.

Laporan audited akhir tahun 2016 memberikan gambaran bahwa program JKN-KlS sangat dirasakan masyarakat. Ini terlihat dari pemaniataan kartu BPJS Kesehatan di 2016 secara nasional sebanyak 177,8 juta kunjungan ke fasilitas kesehatan. Angka kunjungan ini terus meningkat dari tahun 2014 sebanyak 92,3 juta, dan tahun 2015 sebanyak 146 7 juta. Total pemanfaatan di 2016 ini terdiri dari kunjungan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik pratama, dan dokter praktek perorangan mencapai sekitar 120,9 juta kunjungan, untuk rawat jalan di poliklinik dan rumah sakit sebanyak 49,3 juta, dan rawat inap 7,6 juta.

Komitmen pemerintah dalam keberlangsungan Program JKN KIS terwujud penyediaan APBN dalam bentuk iuran bagi 92.4 juta jiwa peserta Penerima Bantuan luran (PBI) dan pemenuhan ketersediaan fasilitas kesehatan Darimana sumber APBN tersebut, tentu salah satunya dari pajak.

Implementasi program JKN-KIS yang baru 3,5 tahun, nyatanya tidak hanya berdampak terhadap pelayanan kesehatan, tetapi juga perekonomian. Menurut penelitian LPM FEB Universitas Indonesia, kontribusi JKN-KlS terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2016 sebesar 152,2 triliun dan di tahun 2021 bisa mencapai 289 triliun. Program ini meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 tahun.

Agus menambahkan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta mempercepat cakupan kepesertaan berbagai inovasi dan terobosan dilakukan untuk dapat memenuhi target tersebut, selain itu Agus memastikan kerja sama Pemerintah Daerah dalam peningkatan layanan kesehatan terus berjalan dengan baik.

“Masyarakat yang sebelumnya dapat melakukan pendaftaran di Kantor Cabang, Kantor Layanan Operasional Kabupaten Kota, Website dan Bank mitra yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kini pendaftaran dapat juga dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400. Tak cukup sampai disitu, kini BPJS Kesehatan juga mengembangkan pendaftaran melalui sistem dropbox di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kelurahan, dan Kantor kecamatan, pendaftaran melalui PPOB/Mitra kerja BPJS Kesehatan, melalui Kader JKN serta pendaftaran melalui aplikasi Mobile mobile JKN. pendaftaran melalui mitra kerja juga tengah dikembangkan dengan membuka Point of Service di pusat perbelanjaan seperti mall dan tempat perbelanjaan lainnya.” ujarnya

“Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah terhadap komitmen untuk menyukseskan Program JKN-KIS. Selain komitmen dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan, ke depan kami harapkan peran pemerintah daerah juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, bersama-sama memperkuat regulasi terkait kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS, serta cakupan kepesertaan yang makin luas sehingga dapat terwujudnya Universal Health Coverage atau cakupan semesta di tahun 2019″ pungkas Agus

(*) Informasi selengkapnya, simak reportase di bawah ini.

Editor : Adrian Amurwonegoro