Hari ini, Kota Solo Peringati Serangan Umum 4 Hari.

 Ria FM Solo,  07-08-2017 15:34:26

  

Upacara Peringatan Serangan Umum 4 Hari, di Halaman Balai Kota Surakarta, pada Senin (7/8/2017) pagi. (riafmsolo.com/Adrian Amurwonegoro)

Laporan Reporter, Adrian Amurwonegoro

SOLO – Pemerintah kota Surakarta menggelar Upacara untuk memperingati serangan umum 4 hari di Surakarta, upacara peringatan digelar di Halaman Balai Kota Surakarta, pada Senin (7/8/2017) pagi.

Ketua DPRD kota Surakarta teguh prakoso berrindak selaku inspektur upacara, yang diikuti ratusan peserta dari Aparatur Sipil Negara dan pelajar.

Dalam amanat yang dibacakan inspektur uoacara mengatakan peringatan serangan umum 4 hari merupakan momentum perjuangan rakyat Surakarta.

“Momentum perjuangan rakyat Surakarta, kala itu Mematahkan agresi militer Belanda Hingga Belanda menarik mundur prajuritnya” lugasnya

“Belum pernah terjadi di daerah manapun berusia belasan tahun memporak porandakan tentara sekutu” imbuhnya

Serangan umum 4 hari Surakarta merupakan inta emas perjuangan yang kala itu dipimpin oleh letkol Slamet Riyadi dan mayor Ahmadi, oleh karena itu Kota Solo membangun monumen Letkol Slamet Riyadi (Bundaran Gladag) dan Mayor Ahmadi (Banjarsari).

Diharapkan dengan adanya Monumen Letkol Slamet Riyadi dan Mayor Ahmadi, masyarakat dapat menghargai jasa para pahlawan dan dengan memperingati peristiwa sejarah dapat membangkitkan semangat juang kepada generasi penerus bangsa untuk melanjutkan perjuangannya.

Sebagai tambahan informasi Serangan Umum Empat Hari berlangsung pada tanggal 7 -10 Agustus1949 secara gerilya oleh para pejuang, pelajar, dan mahasiswa. Pelajar dan mahasiswa yang berjuang tersebut yang dikenal sebagai tentara pelajar. Lokasi yang menjadi saksi sejarah digagasnya serangan umum 4 hari adalah kawasan Monumen Juang 45, Banjarsari, Solo.

Selain itu Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dalam kesempatan ini melaunching pekan lagu daerah dan nasional oleh karyawan dan karyawati Pemkot solo .

Rudy berpesan lagu daerah dan nasional untuk selalu dikumandangkan sebelum belajar atau memulai aktivitas pekerjaan.

“Instansi pemerintahan, sekolahan, kantor perusahaan wajib mendengarkan lagu daerah dan nasional” kata Rudy.

(*) Informasi selengkapnya, simak reportase di bawah.

Editor: Adrian Amurwonegoro

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN