Presiden Jokowi: Yang Benar Klemar-Klemer Apa Diktator ?

 Ria FM Solo,  10-08-2017 16:02:30

  

Presiden RI, Joko Widodo, saat ditemui wartawan usai berkeliling dan meresmikan Museum Keris di Solo, pada Rabu 9/8/2017. (riafmsolo.com/Adrian Amurwonegoro)

Laporan Reporter, Adrian Amurwonegoro

SOLO – Presiden Joko Widodo kembali menegaskan kepada publik bahwa dirinya menjamin, di bawah konstitusi tidak ada kekuasaan diktator atau otoriter di Indonesia.

‌Jokowi merasa heran atas isu yang menerpa dirinya, sebab ketika awal menjabat sebagai presiden, Jokowi dianggap klemar-klemer (red-tidak tegas) hingga ndeso (red-kampungan).

“Awal menjadi presiden dulu saya dulu dikatakan klemar-klemer, presiden ndeso ada yang menyampaikan seperti itu” ujar jokowi.

Namun, sekarang Jokowi diterpa isu dirinya dianggap otoriter dan diktator karena menerbitkan undang-undang yang dianggap kontroversial oleh sebagaian pihak.

“Begitu kita tegas menegakkan undang-undang. Loncat menjadi otoriter, menjadi diktator. Yang benar yang mana? yang klemar-klemer, yang ndeso atau yang diktator dan otoriter?” kata Presiden Jokowi usai meresmikan Museum Keris di Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/8/2017).

‌Menurut Jokowi, Indonesia adalah negara hukum yang demokratis memiliki lembaga yang memiliki peran sendiri.

“Indonesia memiliki lembaga-lembaga yang memiliki peran sendiri mana yang mengontrol, mengawasi, melakukan dan melaksanakan program yang ada, eksekutif misalnya” Katanya.

“Selain lembaga negara, ada juga media, pers, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan ada masyarakat itu sendiri, juga bisa turut andil mengawasi jalannya pemerintahan dan dijamin oleh konstitusi” imbuhnya

Namun, Jokowi enggan memberikan keterangan ketika ditanya siapa yang hendak diklarifikasi.

“Yaa suara-suara yang ada” pungkasnya.

(*) Informasi selengkapnya, simak reportase di bawah

Editor : Adrian Amurwonegoro

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN