Bulan Desember 2017, Kepesertaan JKN - KIS Wilayah Jawa Tengah dan D.I.Y Capai 71%

 Ria FM Solo,  20-12-2017 14:28:14

  

Abdul Aziz, Asisten Deputi SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta saat dijumpai wartawan usai memberikan pemaparan dalam media gathering BPJS Kesehatan di hotel Best Western Premier, Solo Baru, Selasa (19/12/2017) sore.

Laporan Reporter, Adrian Amurwonegoro

SUKOHARJO – BPJS Kesehatan kedeputian wilayah Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta menggelar media gathering dengan mengusung tema “Peran media untuk mewujudkan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) yang berkualitas dan Berkesinambungan” di Best Western Premier, Solo Baru, pada 19 – 20 Desember 2017.

Dalam media gathering tersebut, Abdul Aziz, Asisten Deputi SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta memberikan pemaparan kepada rekan-rekan media terkait pencapaian kepesertaan JKN-KIS pada bulan Desember 2017, ia mengatakan bahwa hingga saat ini jumlah kepesertaan JKN – KIS di wilayah Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta telah mencapai 71%.

“per 1 Desember 2017 kepesertaan JKN – KIS sudah mencapai 71% atau 39.075.309 peserta di wilayah Jateng dan D.I. Yogyakarta, kami optimis tahun 2019 mencapai Universal Health Coverage” ujar Abdul Aziz.

Adapun tantangan untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) yang dihadapi saat ini ialah penunggakan iuran oleh kepesertaan mandiri, namun pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pimpinan dan pemangku kebijakan di setiap wilayah khususnya Jateng dan DIY untuk terus mendorong kepesertaan JKN – KIS.

“kita carikan solusi, peran serta pemerintah atau pemangku kebijakan untuk mengcover kebutuhan financial mereka, selain itu kami adakan program menabung sehat dengan bank yang telah bekerja sama dengan BPJS ataupun koperasi nusantara” kata Abdul Aziz

“semua sudah dalam proses, karena menyangkut anggaran dan kebijakan jadi memerlukan proses, tapi kita optimis segera mencapai Universal Health Coverage” imbuhnya

Sementara itu, Aris Jatmiko, Deputi Direksi BPJS Kesehatan wilayah Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta saat ditemui Ria FM dalam media gathering hari kedua, Rabu (20/12/2017) menyikapi secara bijaksana maraknya berita hoax, ia mengatakan bahwa diperlukan peran aktif media untuk memberikan edukasi dan penyebarluasan informasi secara tepat dan benar tentang program BPJS Kesehatan.

“kami akan terus meningkatkan sinergi dengan media karena itu sangat penting untuk mengedukasi masyarakat” ujarnya

Ia berharap dengan cakupan kepesertaan JKN -KIS yang lebih luas, kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan juga semakin terpenuhi dan terlayani dengan baik, bahkan Restra (Rencana Stategis) oleh Dewan Jaminan Kesehatan Nasional bahwa per 01 Januari 2019 yang mengharapkan seluruh penduduk menjadi peserta JKN – KIS, BPJS Kesehatan pun melakukan beberapa strategi untuk mencapai UHC 2019.

“utamanya strategi dari sisi kebijakan, di internal kita bahwa untuk perluasanJKN suah menjadi kewajiban seluruh pegawai/duta BPJS Kesehatan baik yang memliki fungsi tugas langung terhadap perluasan kepesertaan maupun tidak , selain itu dari sisi kebijakan pemerintah pusat, dengan instruksi presiden (inpres) terbaru, yang mengharapkan pimpinan wilayah untuk mendukung sepenuhnya program JKN – KIS, bentuk dukungan baik dalam bentuk kebijakan ataupun aktivitas untuk suksesnya kepesertaan JKN – KIS, sehingga dapat juga memastikan bahwa masyarakat bisa diberikan pelayanan sesuai dengan standar medis dan aksesbilitas tidak sulit bagi masyarakat untuk menjangkaunya” harapnya.

(*) Informasi selengkapnya, simak reportase di bawah ini

Editor : Adrian Amurwonegoro

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN